Junior Intern (JI) Versus Ko-Ass Pandangan Semasa Adaptasi Part II

Kini kita membahas satu cabang besar dan dua cabang minor, yaitu Obstetrics-Gynecology (Kandungan dan Kebidanan) serta Neurology (Ilmu Penyakit Syaraf) & Psychiatry (Ilmu Penyakit Kejiwaan). Seperti apakah rutinitas yang dijalani para intern dan ko-ass di bagian2 ini? Mari kita lihat:

1. Ilmu Penyakit Kandungan dan Kebidanan/Obstetrics-Gynecology “Semua tentang Wanita”

Dari semua cabang ilmu kedokteran, mungkin hanya ilmu kandungan dan kebidanan yang mengkhususkan diri pada wanita. Siapa yang tidak senang memperhatikan proses kelahiran bayi? Namun tanggung jawab yang dituntut sangatlah berat; bila kita salah menangani pasien bagian ini, maka kita harus menangani dua pasien sekaligus yaitu ibu dan anaknya yang belum lahir. Setelah anak lahir, serahkan itu pada Bagian Anak! Secara umum, stase di bagian ini tidaklah berbeda dengan bagian-bagian lain di MCU. Hanya saja, para intern menghabiskan waktu lebih banyak di Delivery Room, hanya turun untuk monitor bangsal, panggilan ER atau beli makanan. Biasanya ada 2-3 intern yang bertugas. Tugas utama mereka adalah memonitor ibu yang akan bersalin dan membantu residen yang akan menolong persalinan. Tergantung dari residen yang berjaga, adalah sangat beruntung bila dapat tidur sejenak (bila residen ‘sadis’, maka kita menjalani malam tanpa tidur). Namun para intern boleh mengikuti operasi kandungan maupun kebidanan yang dilakukan oleh para residen/konsulen. Paginya, para intern turun untuk Morning Round dimana kita akan membahas pasien, serta Bedside Case. Di poli, tugas intern adalah memeriksa pasien bumil (ibu hamil) secara teratur (Prenatal Control). Semua diperiksa dengan teliti, dari tensi hingga gula darah. Kita juga masih mendengarkan lecture dari konsulen dan residen. Tentunya ada Long Case sebagai ujian akhir kita.

Stase luar adalah di Jose Fabella Hospital selama 1 ½ minggu. Seperti layaknya RSU, Jose Fabella benar-benar dipenuhi pasien bumil dari segala usia dan layak dijuluki ‘pabrik bayi’. Bayangkan dimana lagi dapat melihat 4-5 pasien bumil bersalin dalam waktu selang 3-4 jam! Selain itu, ada intern-intern dari fakultas kedokteran lain seperti UST yang juga ikut bergabung. Rutinitas di sana hampir mirip dengan di MCU, hanya 3x lebih sibuk! Setiap intern diwajibkan meng-assist 10 persalinan, 2 operasi kandungan dan 4 operasi sesarean. Lama stase bagian ini adalah 2 bulan.

Sementara di Indonesia, yang stase di Bagian Kebidanan dan Kandungan biasanya ada 10 ko-ass (jauh lebih banyak!), dengan tugas jaga di Kamar Bersalin, UGD dan bangsal untuk setiap 2 orang. Kita jaga setiap 2 hari sekali. Selebihnya waktu dihabiskan untuk kuliah dan diskusi bersama konsulen. Di sini, kita juga harus mempresentasikan kasus2 yang kita temui di bangsal, serta ada bagian etika medis. Kita juga mengikuti ujian tertulis maupun ujian praktek. Pendidik kita tidak hanya para residen maupun konsulen, melainkan para bidan yang sudah berpengalaman! Kita berada di bagian ini selama 1 bulan 2 minggu. Stase luar ada 3 tempat, yaitu RSUD Cibabat, RSUD Ujung Bedung dan RSUD Majalengka selama  2 minggu.

Stase di Majalengka mungkin agak terpencil, tetapi banyak memberi manfaat dan kesadaran tentang tugas kita sebagai seorang dokter. Konsulen di luar sering member wenjangan dan pengalaman2 yang mereka hadapi, dan itu sangat menolong kita, selaku dokter muda! Demikianlah pembahasan saya tentang Ilmu Penyakit Kandungan dan Kebidanan.

2. Ilmu Penyakit Syaraf/Neurology “Guncangan Syaraf (Nerve-wracking)”

Seperti telah diketahui, bahwa Stroke adalah pembunuh nomor satu di dunia maupun di Indonesia. Maka Ilmu Penyakit Syaraf sangatlah penting saat ini, walaupun saat yang sama mereka juga meningkatkan stress bagi para intern maupun ko-ass yang stase di bagian ini. Stase Neurology di MCU adalah setiap 3 hari sekali dengan 1-2 junior intern; mereka bertugas hanya di ER dan sesekali monitor pasien di Stroke Unit (tidak sepenuhnya karena itu tanggung jawab para perawat Stroke Unit dan residen IPD). Di ER, kita bertugas menangani pasien khusus syaraf (terkadang kita dibantu oleh intern yang stase di IPD dan IKM). Lama stase 2 minggu. Tetapi tidak berarti kamu tidak akan ditanyai oleh konsulen Neurologi. Justru bila kamu tidak tahu, maka kamu akan dicecar hingga habis pada Morning Round. Long Exam kita berupa kasus yang disimulasikan dan diadakan secara oral oleh konsulen.

Untuk adaptasi di Indonesia, tiga ko-ass biasanya stase di bagian ini dengan jaga 2x seminggu (itupun bila sempat) di bangsal. Tetapi dengan sistim PBL, kita diharapkan aktif dalam diskusi seperti Bedside Teaching, Case Report Session , Clinical Science Session dan Morning Round. Di Indonesia, sebaiknya kita diam bila tidak tahu tentang suatu kasus, karena sekali angkat suara, konsulen akan menanyaimu habis-habisan di depan pasien. (terbalik dengan di Filipina dimana kita harus aktif) Long Exam kitapun sama, yaitu kasus simulasi dimana kita harus menjawab secara oral serta ujian tertulis. Sebaiknya buatlah yang terbaik, karena kita hanya 2 minggu adaptasi di situ.

3. Ilmu Penyakit Kejiwaan/Psychiatry “Tersesat di dalam Pikiran Sendiri”

Bila ingat Hannibal Lecter, tentu kita ingat bagian ini…jangan takut dulu, karena pasien seperti Hannibal biasanya ditaruh di tempat sangat khusus. Sejujurnya, aku suka bagian ini karena kita dapat mengerti diri sendiri dengan mempelajari itu. Namun kita akan menemui pasien-pasien yang tidak seberuntung kita; jadi jangan sampai tersesat atau salah-salah bisa bergabung dengan mereka. Stase Psychiatry di MCU adalah di Veteran Memorial Hospital yang memiliki bangsal Psychiatry. Sebagai intern, kita cukup memperhatikan bila ada masalah organic yang mengganggu kesehatan pasien. Tugas kita lebih pada observasi tanda2 vital dan interview pasien. Yang harus diperhatikan di sini adalah kewaspadaan, karena kita tidak tahu kapan pasien berubah moodnya terhadap kita. Kita juga bertemu rekan-rekan sesama junior intern dari 4 universitas lain. Rutinitas seperti BST, CSS dan CRS juga kita adakan, tentunya Long Exam dengan pasien actual yang telah kita wawancarai juga. Walaupun bermalam, stase bagian ini jauh lebih nyaman dari pada bagian lain. Hal penting yang kita harus ingat adalah para pasien psychiatry juga manusia biasa yang punya kebutuhan social meski jiwanya terganggu. Mereka berhak bersosialisasi dan menikmati apa yang kita nikmati juga. Maka setiap hari Senin dan Jumat, kita mempunyai program sosialisasi. Para intern boleh memakai pakaian bebas dan mengiringi para pasien. Para residen dan konsulen juga mengadakan pesta kecil dimana kita boleh memberikan barang2 kebutuhan pasien berupa sikat gigi, sisir dan alat2 mandi. Para kerabat pasien juga bergabung dalam acara ini. Nikmatilah bagian ini selama 2 minggu. Di Indonesia dimana stigma terhadap pasien kejiwaan cukup besar, para ko-ass juga mengalami sosialisasi dengan pasien di sebuah bangsal luas. Di sini tidak ada giliran jaga, hanya rutinitas BST, CSS dan CRS. Kita juga boleh mewawancarai pasien di poli serta melihat klinik penanganan pecandu Narkoba. (Hanya di Indonesia dimana IKJ menangani juga masalah Narkoba). Long Exam sebuah kasus kejiwaan merupakan ujian terakhir. Yang menarik adalah kita mendapatkan pasien poli sebagai bahan ujian. Di sini kita harus benar2 mewawancarai pasien, bahkan bila perlu menelepon keluarga untuk menanyakan perkembangannya. Lakukanlah ini dengan lembut, agar pasien tidak merasa takut dan khawatir. Stase bagian ini hanya 2 minggu.

Sampai di sini pembahasan saya, berikutnya saya akan membahas bagian-bagian minor seperti THT(ENT), Penyakit Mata (Ophthamology) dan Gigi (Dentistry). Sampai jumpa lagi!

  1. #1 by abdul hore on July 16, 2011 - 8:23 am

    apakah ko-ass bisa dikatakan internship / atau selevel internship ?

    apakah internship di pilipine dibayari /dapat gaji atau malah harus membayar spp ?

    many thanks in advance

  2. #2 by adapz on July 30, 2011 - 2:50 pm

    @abdul hore

    Maaf klo menunggu reply agak lama.

    Junior Internship/Clerkship sebenarnya adalah Ko-ass, tetapi itu hanya di luar negeri.

    Selain Junior Internship, ada juga Senior Internship (SI) yang satu level di atas. Di Indonesia, kita biasa memanggil periode SI ‘magang’ selama setahun. SI merupakan perantara antara JI dan para residen/konsulen. Di Filipina, mereka bisa memberikan resep generik dengan sepengetahuan residen.

    JI dan SI tidak digaji oleh RS Induk, namun bila SI bertugas di RS jejaring mereka terkadang mendapat jatah uang makan dari RS tersebut (Ini yang saya pernah dengar). Ya, para JI dan SI juga membayar SPP seperti Ko-ass, tetapi mereka membayar untuk setahun penuh (selama masa Internship). Sementara di Indonesia, Ko-ass membayar SPP per semester. Itulah yang saya alami semasa adaptasi, yaitu membayar SPP per semester.

    Semoga jawaban ini dapat memuaskan Anda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: