Archive for category Artikel Kesehatan

Hati-hati Terhadap Osteoporosis I

Saat ini saya akan memasukkan ceramah kesehatan saya mengenai osteoporosis untuk kalangan awam.

Bila kita mendengar kata ‘osteoporosis’, kita teringat pada iklan susu berkalsium atau suplemen di televisi; mereka juga mengingatkan tentang bahaya osteoporosis dan membayangkan wanita tua yang bongkok serta berjalan dengan tongkat.

Kita berpikir bahwa osteoporosis adalah penyakit para kaum wanita yang sudah manula dan bukan untuk orang berusia muda. Tetapi apakah Anda sudah tahu apa osteoporosis itu sebenarnya?

Osteoporosis terdiri dari dua kata; osteo artinya tulang dalam bahasa Yunani dan porous yang berarti batang atau lubang. Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai oleh penurunan massa dan kandungan mineral tulang secara progresif sehingga terjadi kerapuhan pada tulang yang akhirnya menyebabkan tulang mudah patah.

Inilah fakta seputar penyakit osteoporosis yang diharapkan dapat membukakan mata kita dan meningkatkan kesadaran akan ancaman penyakit ini:

Menurut studi internasional

  • Satu dari tiga orang berisiko osteoporosis.
  • Satu diantara tiga wanita di atas usia 50 th dan satu diantara lima pria diatas 50 th menderita osteoporosis.
  • Ada 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia. Risiko kematian akibat patah tulang pinggul sama dengan Ca mammae. (Studi Cummings et al, 1989)

Di dalam negeri, studi tersebut dilakukan oleh Yayasan Osteoporosis Indonesia dengan data sebagai berikut:

  • Lebih dari 50% keretakan osteoporosis di seluruh dunia kemungkinan terjadi di Asia pada 2050. Yang terserang rata-rata berusia di atas 50 th (Yayasan Osteoporosis Indonesia)
  • Satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria di Indonesia terserang osteoporosis/keretakan tulang.
  • Dua dari lima orang Indonesia memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis (DEPKES, 2006)
  • Jumlah penderita osteoporosis di Indonesia jauh lebih besar dari data terakhir Depkes yang mematok angka 19,7% dari seluruh penduduk dengan alasan perokok di negeri kita urutan ke-2 dunia setelah Cina.
  • Prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70 th untuk wanita sebanyak 18-36%, sedangkan pria 20-27%. Untuk umur di atas 70 th, wanita 53,6%, pria 38%.

Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi (amenorrhea) atau mengalami menopause lebih cepat (praecox). Penyusutan akan bertambah 2-3% ketika seorang wanita memasuki masa menopause dimana kadar hormon estrogen menurun drastis. Karena itu osteoporosis juga disebut osteoporosis postmenopausal.  Namun tidak semua wanita menopause akan mengalami osteoporosis.

Diperkirakan selama hidupnya wanita akan kehilangan kepadatan tulang 30-50%, sementara pria hanya 20-30%. Data ini membuktikan bahwa ostoepororsis juga menyerang kaum Adam. Satu-satunya perbedaan adalah pria tidak mengalami menopause, sehingga prosesnya lebih lambat.

Untuk memahami Osteoporosis, kita harus mengetahui tentang tulang manusia lebih dahulu. Manusia memiliki 206 tulang di tubuh yang membentuk sistim kerangka. Kerangka tulang dalam tubuh kita bertugas untuk menyangga berat tubuh serta memungkinkan kita bergerak. Tulang juga bertugas untuk melindungi organ-organ penting dalam tubuh kita bilamana terjadi kecelakaan dan gudang bagi mineral2 yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tulang kita tidaklah padat, melainkan berongga. Di dalam rongga tersebut, terdapatlah susunan  yang dibentuk dari mineral seperti kalsium dan fosfat. Kedua unsur tersebut membuat tulang keras dan padat. Selain itu tulang merupakan organ yang senantiasa berubah dan mengalami suatu proses. Proses ini berjalan terus seumur hidup kita dan diberi nama proses pembentukan (remodeling) tulang.

Ada dua sel tulang yang bertanggung jawab atas proses tersebut, yaitu osteoblast dan osteoclast. Osteoclast bertugas menyerap seluruh mineral yang membentuk tulang dan mengedarkannya ke seluruh tubuh melalui darah. Sel osteoblast masuk untuk mengisi celah/lubang yang ditinggalkan.

Pada masa lahir dari kandungan, pembentukan lebih aktif dibandingkan penyerapan. Maka pembentukan tulang akan berjalan terus hingga mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Selama seseorang mengikuti pola hidup sehat, tubuhnya memiliki simpanan massa tulang lebih banyak dari massa tulang yang diserap. Begitu memasuki usia 35-50 tahun, proses penyerapan naik melebihi pembentukan tulang. Kepadatan tulang akan menyusut sebesar 0,5-1% per tahun. Lama-kelamaan bagian dalam tulang mulai berbentuk seperti spon. dan akan menjadi seperti spons. Maka tulang dapat patah ketika menerima tekanan berat

Kali lain, kita akan masuk pada bagian kedua yang membahas tentang gejala dan dampak osteoporosis.

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.